ARTI PENTING SEPAK BOLA/FUTSAL (calcetto) DALAM PEMBINAAN SOFT SKILLS

Awang Maharijaya 
Tulisan ini saya tujukan terutama bagi rekan-rekan baru saya di Wageningen dan saya rasa (secara pribadi) cukup memancing gairah dan bagi saya sangat berguna untuk segera dapat masuk dalam pergaulan dan kehidupan saya di Wageningen. 
Awal mulanya, begitu susah bagi saya untuk menemukan sarana yang tepat untuk segera akrab dengan seluruh komunitas Wageningen apalagi untuk mengenal satu persatu, oleh sebab itu ketika ada sedikit sentilan dari Pak Bessy mengenai Sepak Bola, langsung saya tanggapi.
Saat itu saya teringat dengan kegiatan pengembangan softskill yang pernah saya lakukan di Indonesia dalam berbagai bentuk. Saya teringat salah satu survey yang saya lakukan untuk memetakan softskill apa yang kurang menurut lulusan kita.  Survey tersebut kemudian iseng-iseng saya lempar juga kepada rekan-rekan di intermilan fans club (sebuah klub sepak bola kebanggaan kami).  Saya sangat surprise bahwa input dari rekan-rekan saya di milist intermilan sangat bagus dan cerdas.   Bahan itulah yang kemudian saya kirim di milist PPI-Wageningen untuk memeriahkan suasana dan memancing rekan-rekan untuk segera berolahraga.
]
Mengenai softskill sendiri, saya teringat dari sebuah materi yang diberikan oleh Dr. Ilah Sailah, ketika tim IPB akan menyusun proposal pembinaan softskill mahasiswa. Ada suatu pelajaran menarik yang dapat diambil dari sebuah buku berjudul ‘Lesson from the top’ karangan Neff dan Citrin (1999). Penulis buku tersebut membuat survey kepada 500 CEO berbagai perusahaan, LSM, pemimpin perguruan tinggi, dan berbagai institusi untuk memberikan nominasi orang sukses di dunia. dari pertanyaan tersebut terpilih 50 orang macam Jack Welch (GE), Bill Gates (Microsoft), Andy Grove (Intel), Michael Eisner (Walt Disney), dan lain-lain sampai Howard Schultz (Starbucks).Berikutnya tokoh-tokoh tersebut ditanya mengenai sifat apa yang harus muncul untuk menjadi orang sukses. Ternyata 10 sifat terpilih tidak memunculkan keterampilan hardskill, jadi mayoritas softskills. Yaitu:

Passion, Intelligence and clarity of thinking, great communication skills, high energy level, egos in check, inner peace, creative and innovative, strong familiy lives, positive attitude dan focus on ‘doing the right things right’.

Berikutnya, hal tersebut saya sambungkan dengan permainan sepakbola/futsal.  Yang saya analogikan dengan sebenarnya gak cukup cuma skill yang yahud dan fisik yang prima aja. tapi harus ada softskill yang mendukung: misalnya kesetiaan, komitmen, daya juang tinggi, kerjasama (team work), setia kawan, dan tidak ketinggalan adalah kedewasaan.  Akan menjadi kontraproduktif jika punya skill bagus tapi mainnya manja, suka trik (curang), diving, gampang emosi, dan lain-lain. Namun demikian bukan berarti hardskill (skill menggiring, skill tendangan, dan lain-lain) tidak penting.
Berikut adalah gambaran betapa banyaknya softskill yang dapat kita latih dalam permainan sepak bola/futsal (dibantu oleh Adit, seorang rekan di milist Inter milan):

1. Aggression: Keagresifan, inisiatif untuk melakukan sesuatu.
2. Anticipation: Skill dalam mengantisipasi berbagai kondisi.
3. Bravery: Keberanian bertindak.
4. Composure: Ketenangan dalam melakukan sesuatu.
5. Concentration: Konsentrasi.
6. Creativity: Kreativitas, pola pemikiran kreatif.
7. Decisions: Kemampuan untuk mengambil keputusan.
8. Determination: Keseriusan, ketekunan dalam melakukan sesuatu.
9. Flair: Kontrol, pengolahan diri
10.Influence: Jiwa kepemimpinan.
11.Off the Ball: Kemampuan menempatkan diri tanpa harus memegang object, feeling
12.Positioning: Kemampuan menempatkan diri.
13.Teamwork: Keinginan/Passion untuk bekerja sama.
14.Work Rate: Daya kerja, kemampuan untuk mengorbankan tenaga, stamina, waktu, dll untuk apa yang ditekuninya.
Berikutnya dari rekan yang lain juga memberikan sifat-sifat lain seperti sebagai seorang kapten tim harus bisa mengemong, sabar, dan flair.
Serta satu yang penting dari  diri Moratti (presiden tim): kesabaran, kecintaan, kesetiaan yang tinggi serta kejujuran.
Sebagai pentutup, hal yang terpenting adalah kegiatan sepakbola telah berjalan, dan dengan cepat saya menjadi akrab dengan cukup banyak rekan baru di Wageningen
Wageningen, 22 Februari 2008

One Response

  1. mudah2an saya kyk kriteria diatas,, amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: