MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY

Tulisan-tulisan berikut ini saya tujukan untuk menyimpan dan berbagi pengalaman saya dan tim dalam melakukan usaha memasukkan IPB dalam peringkat World Class University (WCU).  Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya selaku ketua Tim Adhoc World Class University IPB.  Saya mendapatkan tugas ini dari Ketua Tim (Dr. Asep Saefuddin) yang saat itu menjabat selaku WR4 IPB. 

Seperti halnya semua akademisi, pada awalnya kami kurang merasa antusias dalam mengerjakannya.  Kebanyakan dari kami tentunya tidak merasa ‘sreg” dengan model-model pemeringkatan seperti itu.  Kami menyadari memang sangat sulit membuat suatu potret kualitas dari data-data yang bersifat kuantitatif. Apalagi awalnya kami mengira bahwa metode yang digunakan hanya sekedar pengumpulan data dan informasi untuk memenuhi persyaratan sistem peringkat yang dilakukan oleh insitusi internasional sepert Majalah Times.

Dr. Asep Saefuddin menganggap bahwa pendidikan sebaiknya ditekankan kepada penguatan input dan proses. Artinya necessary condition (syarat perlu) seperti kualitas/kuantitas ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, ruang seminar, komputer dan fasilitas pendidikan lainnya itu mutlak harus terus dipelihara agar memenuhi standar mutu pendidikan yang baik. Begitu juga prosesnya betul-betul membangun ekosistem pendidikan yang kondusif terhadap tumbuhnya kreatifitas mahasiswa sebagai calon peneliti, birokrat, manajer atau entrepreneur yang menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas. Input dan proses perlu disokong dengan kekuatan manajemen pendidikan yang profesional dan ditambah dengan kekuatan kerjasama-kerjasama nasional dan internasional, khususnya untuk riset dan aplikasi teknologi, maka kemungkinan besar indikator-indikator peringkat WCU akan tercapai.Walaupun demikian, penyiapan IPB supaya masuk WCU versi majalah Times tetap kami lakukan. Dengan persiapan yang relatif singkat dan dukungan unit-unit tidak terlalu penuh. 

Kami menyadari bahwa salah satu aspek dalam mewujudkan IPB sebagai perguruan tinggi yang bertaraf internasional adalah adanya pengakuan (recognition) dari dunia internasional.  Tanpa adanya pengakuan tersebut, sebaik apapun IPB tidak akan dapat disebut sebagai suatu perguruan tinggi yang bertaraf internasional.  Pengakuan tersebut bukanlah tujuan akhir, namun merupakan suatu cara untuk menuju perguruan tinggi bertaraf internasional yang sebenarnya. Hal inilah yang selalu disalahartikan atau kurang dipahami, sehingga sewaktu kami dengan Prof. M.A. Chozin (Ketua TIm Implementasi Otonomi/Penggagas pembentukan tim WCU dan Akreditasi IPB) menulis mengenai perlunya pengakuan WCU selalu mendapat kritikan bahwa itu bukan tujuan IPB.  Memang benar sekali bahwa itu bukan tujuan, melainkan cara seperti yang telah disinggung. 

Ada beberapa bentuk pengakuan suatu perguruan tinggi bertaraf internasional diantaranya melalui penghargaan nobel, akreditasi internasional, hingga perankingan perguruan tinggi berdasarkan indikator-indikator tertentu. Perankingan memiliki nilai strategis bagi IPB yaitu untuk mendongkrak citra IPB sebagai perguruan tinggi pertanian dan citra pertanian itu sendiri yang saat ini sedang terpuruk, meningkatkan promosi IPB terutama dalam perolehan mahasiswa dan dana penelitian internasional.  Selain itu, IPB juga sedini mungkin dapat mengenal dan memetakan keunggulan berikut kelemahannya dibandingkan dengan perguruan tinggi lain secara internasional.  Dengan kata lain, IPB memandang pemeringkatan serta akreditasi sebagai bagian dari perwujudan komitmen IPB terhadap mutu serta perwujudan pertanggungjawaban publik atas penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh IPB. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: