Mengemban Amanat Bangsa

 Walau sering diragukan oleh segelintir masyarakat kita sendiri, pada kenyatannya sampai saat ini negara kita (Indonesia) masih merupakan negara agraris maritim.  Hal tersebut terbukti dari masih sangat besarnya peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional Indonesia.  Ketergantungan bangsa yang tinggi pada sektor pertanian terlihat dari besarnya serapan angka tenaga kerja dari sektor pertanian (sekitar 45%), sumbangan devisa yang besar dari sektor pertanian, pelestari lingkungan hidup, sampai kepada harapan masyarakat akan pemenuhan energi alternatif (bio-energy) di masa mendatang.  

Sektor pertanian juga terbukti sebagai sektor yang tangguh yang mampu menjadi sandaran bangsa ketika bangsa ini mengalami masa krisis. Sejarah telah mencatan bahkan ketika pertumbuhan sektor-sektor lain di Indonesia mengalami pertumbuhan negatif pada sekitar tahun 1998/1999, hanya sektor pertanian yang masih dapat menikmati pertumbuhan yang positif.  Dengan demikian sangat jelas bahwa pertanian di Indonesia sangat potensial untuk terus dikembangkan untuk memperkuat jati diri bangsa.    

Bangsa Indonesia patut bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah menganugerahkan wilayah yang luas yang terbentang pada wilayah tropis.  Beberapa keunggulan wilayah tropis dibandingkan wilayah lain diantaranya adalah potensi agroklimat yang baik seperti curah hujan yang tinggi, curahan sinar matahari yang tinggi, sepanjang tahun, suhu relatif konstant sepanjang tahun, dan lain-lain.  Akibatnya banyak sekali flora dan fauna yang dapat tumbuh di wilayah Indonesia.  Hal inilah yang membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki mega biodiversity berupa plasma nutfah terbesar di dunia.  Sayangnya potensi yang sedemikian besar tersebut belum dapat dimanfaatkan sebagai keunggulan bangsa.  Salah satu penyebab belum berkembangnya sektor pertanian adalah pertahian pemerintah terhadap sektor pertanian masih minim baik di pusat ataupun di beberapa daerah. 

Rasa percaya diri bangsa ini terhadap identitas dan jati diri bangsa sebagai negara agraris maritim semakin berkurang dan ironisnya kampanye dan promosi pertanian melalui berbagai media kepada generasi muda juga semakin berkurang.  Jarang sekali ada film, sinetron, novel dan program acara TV yang menampilkan sisi keindahan pertanian.  Akibat dari hal tersebut pertanian semakin termajinalkan dan negara kita akan sulit berkembang.  Semakin berkurangnya SDM pertanian yang unggul akan menyebabkan pertanian terpuruk dan sumberdaya yang ada tidak termanfaatkan dengan optimal, bahkan dapat terjadi eksploitasi yang berlebihan yang kurang bijak sehingga dapat mengakibatkan degradasi sumberdaya alam dan lingkungan.  Banyaknya kejadian bencana alam saat ini kemungkinan juga disebabkan oleh kekurangtahuan kita dalam mengenal, memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam. 

Dengan demikian jelas bahwa SDM pertanian yang tangguh dalam bidang pertanian dalam arti yang luas sangat dibutuhkan negeri kita. Selain dalam hal jumlah, penyebaran/distribusi SDM yang berkualitas juga merupakan aspek yang penting.  Distribusi tidak hanya berupa distribusi yang merata dalam bidang asal dan penyebaran lulusan di daerah. Namun yang tidak kalah penting adalah distribusi SDM yang bermutu pada cabang-cabang ilmu pertanian dan keseluruhan sistem pertanian mulai  dari ilmu dasar pendukung pertanian, biosciences, kesehatan dan lingkungan, budidaya, penanganan dan pengolahan hasil, industri hingga aspek ekonomi, sosial dan manajemen.  Keseluruhan rantai tersebut haruslah kuat.  Ingat hukum Liebig bahwa kekuatan suatu rantai tergantung pada titik terlemah.  Untuk itulah keseluruhan sistem pertanian harus diisi oleh SDM – SDM berkualitas yang mampu berkerjasama/berinteraksi dengan baik antar sub sistem dalam sistem pertanian. 

Ketimpangan yang ada pada salah satu mata rantai akan berdampak pada ketidakmampuan pertanian berkembang secara keseluruhan.  Salah satu yang cukup memprihatinkan adalah penurunan minat generasi muda terhadap bidang pertanian dalam arti luas yang salah satunya direfleksikan dengan turunnya peminat bidang pertanian di perguruan tinggi.  Selain itu acara-acara pemuda juga sangat jarang yang menunjukkan kecintaan terhadap pertanian.  Hal ini diperparah dengan tren penurunan lulusan pertanian yang bekerja pada bidang pertanian (walau hal ini belum sepenuhnya benar karena definisi pertanian telah didefnisikan ulang).  Banyak pula mahasiswa yang kurang motivasinya ketika belajar pertanian karena merupakan pilihan ke dua, dan setelah terjun ke dunia kerja juga mengalami hal yang sama.  Hal ini sangat wajar karena sampai saat ini pemerintah belum memberikan apresiasi yang pantas kepada bidang ini.  

Hal inilah yang perlu kita rubah.  Kemampuan manusia untuk meneropong masa depan sangatlah terbatas. Oleh karena itu hendaklah kita mensyukuri dengan memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baiknya.  Kita sebenarnya sedang turut mengemban amanat untuk memajukan pertanian.  Harapan masyarakat Indonesia yang antara lain diwujudkan dalam bentuk subsidi kepada mahasiswa untuk biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri.  

Beruntunglah kita menerima dan sadar akan amanat tersebut.  Perlu kita ingat dan camkan kembali bahwa ‘pertanian adalah soal hidup atau mati’.  Seperti yang disampaikan presiden Sukarno.  Pertanian bukanlah bidang ilmu ‘kuno’ yang penuh hafalan-hafalan yang rumit dan menjemukan.  Pertanian adalah tentang hidup dan kehidupan.  Apakah kita akan menunggu suatu saat ketika kita disadarkan bahwa ‘uang’ tidak dapat dimakan?  Ketika pertanian benar-benar terpuruk sehingga bangsa kita harus memakan hasil  pertanian yang bukan dari lahan di negerinya sendiri? Dan bangsa kita menjadi bangsa yang sangat tergantung kepada bangsa lain? Semoga hal tersebut tidak terjadi.  Mari kita emban amanat ini sebaik-baiknya.  

Awang Maharijaya 

Di tengah hutan di Liwa, Lampung Barat 27-28 Agustus 2006 (modifikasi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: