Bunga Itu Bisa Mekar dan Berwarna-Warni, Namun Sayang Tidak di Sini…

bunga tulip

A. Maharijaya 

Rina yang sedang berulang tahun di Bogor, berangan-angan memikirkan hadiah apa dari Jimmy yang pada malam beberapa minggu kemaren tidak datang ngapel ke rumah.

”Enggak terlalu berharap sih, tapi masa kalo bener sayang gak bawain hadiah, hehehe”, gumamnya. 

Di tempat yang lain, seseorang yang ditunggu dengan tengah mempersiapkan surprise untuk sang kekasih di sebuah tempat di belahan bumi yang lain, di Belanda yang terkenal dengan bunga tulipnya.   Ya, Jimmy, seorang fotografer muda berbakat, baru merampungkan sesi pemotretan dengan seorang model ternama di suatu kawasan di Belanda.

Kawasan tersebut diambil sebagai lokasi pemotretan karena keelokan pemandangannya, suasananya, dan tentu saja banyak bunga-bunga tulip yang tumbuh di situ.  Jimmy sungguh beruntung, pada usia profesinya yang masih seumur jagung, dia sudah dipercaya oleh rumah produksinya untuk mengambil beberapa gambar di luar negeri, suatu prestasi yang jarang diperoleh seorang pada usianya. 

Jimmy tentu memahami perasaan Rina.  Jimmy begitu sayang kepada Rina sejak pertemuan mereka yang pertama. Saat itu Jimmy yang hobi fotografi jalan-jalan di kawasan Paris van Java Bandung.  Mengambil beberapa bidikan gambar yang menggambarkan serasa di luar negeri.  Kawasan Paris  van Java di Bandung memang didisain menyerupai jalan-jalan dieropa selain karena Bandung sendiri juga dekat dengan sejarah kolonial Belanda. Oleh karena itu hasil jepretan Jimmy cukup mendapat apresiasi oleh bosnya waktu itu. 

”Jepret!!!”, tak sengaja sebuah obyek asing tertangkap kamera Jimmy.  Namun, Jimmy tak melarang obyek asing itu untuk tidak pergi.   

”Jepret!!, Jepret!!, Jepret”, Jimmy justru beralih kepada obyek asing ini sebagai obyek utamanya.  Sementara burung-burung dara yang tadinya menjadi obyek utama cemburu dan berlenggang pergi. 

Beberapa burung dara tidak terima dengan perlakuan Jimmy dan pergi dengan hentakan sayapnya yang keras.  Entah apa maksudnya yang jelas sang obyek asing merubah arah pandangnya dan … 

”Hei kamu!”, suara pertama dari obyek asing seperti hendak mengeluarkan sesuatu ucapan yang keras.  Namun sekeras apapun ucapan obyek asing itu, Jimmy menerimanya bagaikan bisikan nan lembut. 

”Maaf… aku..”, Jimmy tak mampu berkata-kata ketika sang obyek asing mendekat.   

”Liat kamera kamu!”, obyek asing menghardik Jimmy.  Tapi kembali bagi Jimmy bagaikan bisikan lembut yang melenakan hati.  Tak terasa kamera Jimmy sudah beralih ke tangan obyek asing tersebut. 

”Kamu ngambil fotoku? kenapa?”, kali ini obyek asing berkata lebih pelan sembari tertegun melihat gambar-gambar indah jepretan Jimmy pada dirinya.   

”Maaf saya tidak sengaja…”, Jimmy mulai berkata.”Mana mungkin saya tidak mengalihkan obyek jepretan saya ketika ketenangan saya mengabadikan sekawanan burung dara yang cantik terganggu dengan sebuah ciptaan Tuhan yang jauh lebih indah”. 

Melihat obyek asing hanya mengerutkan dahi, Jimmy berkata lagi,

”Maafkan saya..” Obyek asing mengembalikan kamera digital kepada tangan Jimmy, perlahan, dan Jimmy merasakannya sebagai suatu yang sangat cepat. 

”Baik, saya maafkan kamu…” 

”Tapi kamu harus janji”, obyek asing berkata. 

”Apapun… selama saya bisa”, balas Jimmy. 

”Dalam waktu kurang dari 12 jam, kamu harus kirim foto-foto tadi ke saya…”, obyek asing meminta syarat.  Kali ini sambil tersenyum lepas yang diterima Jimmy dengan jantung yang berdegub kencang. 

”Ini alamat e-mail saya, nama saya Delfrina. Panggil saja saya Rina..” 

…………………………………………. 

Waktu berlalu begitu cepat dan Jimmy pun semakin jarang memanggil dengan sapaan Rina terhadap obyek asing itu.  Panggilan pun telah berganti menjadi ‘Sayang’.. 

Reputasi Jimmy yang semakin mengkilap dalam menghasilkan hasil jepretan semakin melambungkan namanya.  Banyak model-model baru yang mendadak sukses setelah dipoles oleh Jimmy.  Tentunya tidak sedikit juga yang menaruh hati pada Jimmy. 

Katakanlah Echa. Seorang model pendatang baru yang keturunan Indo-jerman-Iran.  Perpaduan yang manis sekali untuk seorang model. Hari-hari berlalu tak terasa tumbuh perasaan lain di hati Echa  

Echa bukanlah model sembarangan. Meskipun dia pendatang baru, namun reputasinya ditambah dengan penampilannya yang nyaris tanpa cacat sebagai model mengundang decak kagum. Selain itu, ayah Echa adalah salah satu pemilik rumah produksi. Tak sedikit pula lelaki yang menaruh hati padanya.    

Tapi hati Echa sudah tertambat pada Jimmy seorang.  Bagi Echa selain Jimmy bisa mengubah foto-foto Echa yang biasa menjadi luar biasa, Jimmy juga telah merubah bagian hidupnya yang biasa menjadi luar biasa.  Perasaan yang bisa membuat Echa melakukan hal apapun untuk bisa bersama Jimmy.   

Ayah, aku ingin bersama Jimmy”, minta Echa kepada Ayahnya. Sang ayah hanya bisa terpana melihat permintaan anak gadisnya. 

Inilah permintaan pertama anak kepada ayahnya.  Semenjak kecil Echa tidak pernah meminta sesuatu pun kepada ayahnya. 

“Jimmy?, dia pasti spesial buatmu?” 

“Ya, ayah”, jawab Echa singkat namun bermakna. 

Sang ayah berpikir sejenak, melihat agenda.  Berikutnya jari-jari tangan kanannya memencet tombol communicatornya. 

“Hubungi Mbak Anis, dia akan atur semuanya” 

“Hati-hati di Belanda” 

………………………………………….  

“Aku tidak cantik Jimmy?”, tanya Echa sore itu.

Yang ditanya hanya menundukkan wajah. 

“Apa aku kurang menarik?” Jimmy kembali tertegun. 

Perlahan dia memandang Echa.  Tuhan, gadis itu memang sangat cantik dan menarik. Seketika berdesir perlahan bisikan angin di hati Jimmy.  Dia cantik sekali, seindah bunga-bunga yang sedang mengelilinginya. 

”Kita teruskan sesi ini”, Jimmy berkata demi menyudahi suasana itu.  Jimmy akui kadang hatinya sempat melirik Echa.  Ingatannya akan Rinalah yang selalu memangkas lirikan-lirikan itu. Echa melihat kegundahan hati Jimmy.   

”Jimmy, aku sayang kamu” 

”Tidakkah kau merasakan Jim?”, Echa mengucapkan kata-kata itu tepat di depan lensa kamera Jimmy.  Hasilnya, ekspresi natural dan dalam dari hati menghasilkan ekspresi yang sangat sempurna pada bidikan Jimmy.  Jimmy pun tak bisa memungkiri, bahwa sebagian dari dirinya menginginkan Echa. 

………………………………………………………….  

”Sayang, gimana kerjaannya… hati-hati ya di sana. Cepat pulang. Jangan lupa oleh-olehnya Sayang?” Hati Jimmy berdegup kencang membaca sms dari Rina, pagi itu. 

Hari ini adalah sesi pemotretan terakhir.  Hari ini Jimmy masih dengan kebingungannya menghadapi Echa. Semalam yang ada di pikiran Jimmy hanya Echa, Echa dan Echa.  Jimmy juga nyaris lupa, bahwa minggu depan adalah ulang tahun Rina. 

“Sayang.. kok gak dijawab sih?, sibuk ya Sayang? Ya sudah semangat ya”, kembali Jimmy menerima sms dari Rina. Kali ini Jimmy tersadar bahwa selama ini hanya Rina yang selalu mendukung Jimmy selama ini.  Entah apa yang terjadi, bayangan perjalanan kisah Jimmy bersama Rina begitu kuat, dan begitu saja Jimmy menepis bayangan Echa.  

Bersamaan dengan itu, Echa datang tepat berada di depan Jimmy. 

“Jim, ayo kita jalan-jalan lagi nyari scene, kayaknya kanal yang banyak narcisus dan tulip kemaren bagus banget untuk kita coba lagi” Jimmy bergegas mengambil lensa kamera dan beberapa peralatannya yang lain. 

Sempat kembali berdesir juga hatinya melihat Echa.  Sambil melakukan beberapa hal tadi, jari-jari tangan kirinya masih membalas sms dari Rina. 

Iya Sayang.. trims supportnya. Akan kubawakan sesuatu yang indah di sini.. Tulip”, begitu Jimmy membalas sms Rina. 

Ya, Jimmy tau benar bahwa Rina sangat menyukai bunga-bunga, dan Jimmy begitu terpesona dengan keindahan bunga-bunga tulip di Belanda, salah satu hal yang selalu mengingatkan pada Rina. 

”Bunga tulip???”, Rina menjawab sms itu dengan pertanyaan. Jimmy sekilas membacanya, namun tak sempat membalas melihat Echa sudah keluar hotel. 

Jimmy tersenyum sesaat. Yang ada di benak Jimmy adalah Rna yang akan sangat senang menerima bunga tulip yang indah itu.  Jimmy pun merencanakan untuk membeli tulip siang itu untuk dibawanya ke tangan Rina. 

   ………………………………………………………… 

”Kau tak bisa menerima cintaku Jim?” 

”Kau tak sadar bahwa hubungan kita selama ini begitu indah Jim, aku merasakannya” 

”Aku tahu kaupun juga” Jimmy hanya terdiam.  Diakuinya memang perhatian dan sayang Echa begitu indah padanya.  Jimmy juga sering kagum pada Echa.  Untuk ukuran cewek seperti Echa harusnya dia bisa memiliki apa saja yang ia mau.  Tapi kenyataannya Echa begitu santun, sederhana dan sangat baik.  Jimmy juga heran pada dirinya sendiri, kenapa dia begitu sulit menerima Echa. 

”Jim, adakah yang salah padaku, hingga kau begitu sulit menerima cintaku?” 

”Jika ada katakanlah Jim, aku akan menunggunya” 

”Berikan aku alasan Jim”  

………………………………………………………..  

Kembali kepada Rina, yang masih termenung menunggu Jimmy. Hatinya mulai sedikit gelisah.  Rina menyadari tak biasanya Jimmy seperti ini. Jarang mengirim sms atau sekedar ngebuzz di yahoo messenger.   Tak lama kemudian terdengar panggilan dari ruang tamu sesaat setelah bel rumah berbunyi. 

”Ah itu pasti Jimmy…”, pikirnya sambil melangkah ringan dan ceria  

………………………………………………………….  

Rina menatap mata Jimmy yang sedang bingung.  

”Kau merasakan ada perbedaan Jim?” Jimmy masih terdiam.  Jemari tangannya saling bertautan menandakan dia sedang memikirkan sesuatu.   

”Sudahlah Jim, aku tahu hal ini akan terjadi”, Rina berkata setengah berbisik. Jimmy ternganga…

”Rina tau apa?”, Jimmy bertanya pelan 

”Aku tahu kau sedang… mmm.. mungkin jatuh cinta sama modelmu” 

Jimmy tertegun, ia tidak menyalahkan tebakan Rina. 

”…dan aku tidak khawatir sedikitpun Jim”, Rina menambahkan. 

”Aku kenal kamu, tau profesi Kamu, tau Kamu bakal dekat dengan banyak model yang yah.. Kamu tahu lah…” 

”Maafkan aku Rina, tapi aku merasa… ”, Jimmy berkata pelan bergetar. Jimmy tak melanjutkan kata-katanya lagi. 

”Kau tetap pilih aku kan…?”, Rina berkata pelan, datar, ringan tanpa nada ancaman ataupun cemas. 

Jimmy terpana dibuatnya. Jimmy mengakui jawaban Rina sangat tepat, namun Jimmy tetap belum mengerti kenapa Rina dapat begitu mudah, ringan seolah tanpa beban.  Jimmy hanya tersenyum menyetujui pertanyaan Rina. 

”Jim, yang aku tahu cinta hanya akan tumbuh di tempat yang tepat.  Bagiku cintaku sudah tumbuh ditempat yang tepat di hatimu, begitu pula milikmu” 

”Cinta dari yang lain itu mungkin lebih indah dan cantik namun belum tentu akan mekar di hatimu.  Mungkin ditempat lain”, Rian melanjutkan kata-katanya sementara Jimmy masih terdiam. 

”Seperti bunga tulipmu itu Jim. Dia gak akan mekar berwarna-warni seindah yang Kamu lihat sewaktu di Belanda” 

Jimmy terhenyak.  Dia teringat sms Rina yang banyak tanda tanya.  Jimmy mengira Rina sangat tertarik pada tulip sehingga surprisenya hari ini akan diterima dengan kegirangan oleh Rina.  Jimmy merasa bodoh sekali. Kenapa hal kecil seperti itu tak terbayang sebelumnya dalam benaknya. 

”Jim, tidak semua bunga akan tumbuh dengan cantik, mekar berwarna-warni di seluruh tempat di dunia Jim. Tidakkah kau tahu itu?” 

”Bunga itu akan mekar berwarna-warni ketika dia berada pada lingkungan yang tepat Jim” 

”Jika bunga tulip dapat tumbuh mekar dimana-mana, maka tidak akan ada tempat bagi bunga-bunga yang lain untuk tumbuh dan mekar, karena semua orang akan memilih menanam tulip.  Itu tidak adil bagi bunga-bunga yang lain Jim” 

”Tuhan maha adil Jim, Dia menciptakan adanya interaksi antara jenis bunga dan lingkungan sehingga di setiap lingkungan akan ada jenis bunga yang lebih cantik dari jenis bunga lainnya.  Dengan itulah keragaman diperlukan Jim”, Rina terus berkata 

”Bahkan tidak hanya bunga Jim, tengoklah keluar.  Ada banyak hal-hal serupa yang akan kau lihat” Jimmy masih tertegun.

Dia baru menyadari kenapa selama ini dia berkeliling mencari pemandangan terbaik untuk difoto.  Ya, Jimmy mulai sadar, tidak semua yang baik ada pada satu tempat, tiap tempat memiliki bunga yang cantik, pohon yang cantik, burung yang cantik dan sebagainya.  

”Duh kemana saja Jimmy selama ini..?”, pikir Jimmy. 

”Karena itu Jim, aku tidak khawatir dihatimu akan tumbuh bunga-bunga lain yang kau lihat lebih cantik. Karena aku tau bunga darikulah yang tumbuh mekar dan berwarna-warni dihatimu”, Rina berkata lagi sambil menatap Jimmy. Mesra.  

……………………………………………………….  

Jimmy termenung. Matanya tak lepas-lepas menatap kuntum bunga tulip yang dia bawa dari Belanda.  Ini adalah lebih dari seminggu semenjak bunga-bunga itu dia beli dan benar bunga itu tak mekar penuh dan berwarna seindah yang ia lihat di Belanda. 

Jimmy masih mengingat-ingat perkataan Rina mengenai interaksi jenis bunga dan lingkungannya. Jimmy menyetujuinya. Sekilas Jimmy teringat Echa..  Jimmy menarik nafas perlahan dan berkata dalam hati 

”Echa, bunga itu bisa mekar dan berwarna-warni, namun sayang tidak disini. Tidak dihatiku”  

…………………………………………………….  

Interaksi antara genotipe dan lingkungan telah diketahui sejak lama, yang merupakan fenomena umum pada seluruh organisme hidup. Genotipe dan lingkungan berinteraksi untuk menghasilkan fenotipe. Interaksi Genotipe dan Lingkungan didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai fenotipe dan nilai yang diharapkan dari hubungan nilai genotipe dan nilai lingkungan (Baker, 1988). 

Interaksi genotipe dan lingkungan adalah variasi yang disebabkan oleh pengaruh bersama dari genotipe dan lingkungan.

Keberadaan interaksi genotipe dan lingkungan sangatlah penting.  

jika tidak ada interaksi antara genotipe dan lingkungan, suatu varietas gandum atau padi atau tanaman lain akan dapat tumbuh dan berproduksi sama dimanapun tempat di dunia ini.  Suatu percobaan hanya perlu dilakukan pada satu lokasi saja untuk mendapatkan hasil yang universal. Dengan demikian hasil penelitian di satu tempat akan dapat diaplikasikan diberbagai tempat.  Segera setelah dapat diidentifikasi yang terbaik, tidak ada kesalahan (error),sehingga tidak diperlukan lagi ulangan. Sehingga satu ulangan saja sudah cukup untuk dapat mengidentifikasi yang terbaik yang kemudian dapat ditanaman di seluruh dunia” (Gauch dan Zobel, 1996).  

Dengan demikian akan sangat sulit meningkatkan produksi pangan, keindahan tanaman hias dan lain-lain, serta keragaman menjadi kurang memiliki arti.

3 Responses

  1. Awaaaaang….

  2. Kok bisa romantis di tulisan
    Kenapa di “real”-nya enggak ya???????

    (^_^)

  3. So sweet.Cerpen slanjutnya dtunggu yah!Eh btw crpenya reality apa fiksi?Suksesss yah!:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: